Polda Sumbar dan PGRI Bersinergi, Perkuat Perlindungan Generasi Muda dari Bullying, Kekerasan Seksual dan Narkoba

TBNews Sumbar – Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengajak para guru memperkuat peran dan kepedulian dalam melindungi peserta didik dari berbagai ancaman, mulai dari perundungan, kekerasan seksual hingga penyalahgunaan narkoba.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat Masa Bakti XXIII Tahun 2024–2029 dan Konferensi Kerja Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026, yang digelar di Ballroom Hotel Truntum, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju.”

Dalam kegiatan tersebut, Kombes Pol. Susmelawati Rosya juga menyampaikan paparan dengan judul “Sinergi Kepolisian dan Persatuan Guru Republik Indonesia dalam Mewujudkan Pendidikan yang Aman, Bermutu dan Berkarakter.”

Dalam paparannya, Kombes Pol. Susmelawati menilai lingkungan sekolah memiliki posisi penting dalam membentuk karakter sekaligus memberikan rasa aman bagi anak. Karena itu, persoalan yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang peserta didik harus dicegah dan ditangani secara bersama-sama.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah perundungan atau bullying. Ia mengingatkan agar tindakan mengejek, merendahkan, mengintimidasi maupun kekerasan terhadap sesama siswa tidak dianggap sebagai candaan atau hal yang biasa.

“Mari kita hentikan perundungan. Bersama-sama kita hentikan. Jangan sampai candaan yang dianggap biasa justru menjadi luka bagi anak. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, dan guru menjadi salah satu orang yang dipercaya anak ketika mereka menghadapi masalah,” ujar Kombes Pol. Susmelawati.

Selain bullying, Kabid Humas juga menyoroti kekerasan seksual terhadap anak yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan dengan membangun keberanian anak untuk berbicara, meningkatkan pengawasan serta memastikan setiap laporan mendapat penanganan yang tepat.

Ia menegaskan bahwa kepolisian siap berkolaborasi dengan pihak sekolah apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penanganan maupun pendampingan.

“Kalau pihak sekolah membutuhkan kami, langsung hubungi. Kami akan turun ke sekolah. Jangan menunggu persoalan menjadi besar, karena perlindungan terhadap anak harus kita lakukan sejak awal,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Susmelawati juga mengingatkan ancaman penyalahgunaan narkoba terhadap generasi muda. Berdasarkan data periode Januari hingga Agustus 2026, jajaran Polda Sumatera Barat mencatat sebanyak 1.025 kasus tindak pidana narkoba dengan jumlah tahanan tindak pidana narkoba mencapai 1.297 orang.

Dari pengungkapan kasus tersebut, aparat mengamankan barang bukti berupa 827,95 kilogram daun ganja, 50,13 kilogram sabu dan 1.118 butir pil ekstasi. Besarnya jumlah barang bukti tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkotika terhadap masyarakat, khususnya generasi muda, perlu mendapat perhatian bersama.

Terkait pemberantasan narkoba, Polda Sumbar menegaskan komitmennya untuk menindak tegas para bandar dan pengedar yang merusak generasi muda.

“Kami tidak memberikan ruang bagi bandar dan pengedar narkoba. Penegakan hukum akan terus dilakukan, namun pencegahan juga harus diperkuat bersama-sama,” tegas Kombes Pol. Susmelawati.

Polri, lanjutnya, tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui berbagai kegiatan penyuluhan, termasuk program Goes to School.

“Polri tidak hanya hadir ketika terjadi tindak pidana. Kami juga melakukan pencegahan melalui edukasi di sekolah, baik mengenai narkoba, perundungan maupun bagaimana menggunakan media sosial secara bijak,” ungkapnya.

Ia menyebut tantangan yang dihadapi generasi muda ke depan akan semakin kompleks. Oleh sebab itu, komunikasi dan sinergi antara kepolisian, guru, orang tua dan masyarakat harus terus diperkuat.

“Menjaga anak-anak kita bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Kita semua memiliki peran. Guru mendidik dan membimbing, orang tua memberikan pengawasan, sementara Polri hadir melalui pencegahan dan penegakan hukum. Kalau kita bersinergi, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Sumbar bersama PGRI diharapkan semakin solid dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, bermutu dan berkarakter serta memberikan perlindungan kepada peserta didik dari berbagai ancaman.

Eksplorasi konten lain dari TRIBRATANEWS SUMBAR

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca