BNPT dan Densus 88 AT Gencarkan RAN PE, Selamatkan Anak dari Ancaman Radikalisme

TBNews Sumbar  – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Densus 88 Antiteror Polri memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menyelamatkan anak-anak yang terpapar paham radikalisme. Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan strategis di Istana Gubernur Sumatera Barat, Senin (14/9/2026).

Deputi Bidang Deradikalisasi BNPT yang juga Direktur Identifikasi dan Sosial (Idensos) Densus 88 AT, Irjen Pol. Arif Makhfudiarto, S.I.K., M.H., memaparkan bahwa taktik rekrutmen kelompok radikal kini menyasar ruang digital, mulai dari permainan daring hingga situs web kekerasan.

“Anak-anak ini dikirim dari mulai main game online, Roblox, tetapi nanti diarahkan untuk melihat link-link situs internet tentang kekerasan. Jika anak ini lebih sayang daripada keluarganya, akhirnya diambil dan dibentuk karakternya. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kepolisian sedang memetakan jaringan rekrutmen ini,” ujar Irjen Pol. Arif Makhfudiarto.

Berdasarkan pemetaan terkini, skala penanganan nasional mencatat ribuan anak telah terinisiasi, dengan sebagian besar di antaranya sudah mendapatkan intervensi pemulihan. Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Barat, puluhan anak teridentifikasi dan sebagian besar dari mereka masih berada dalam tahap pendampingan intensif.

Irjen Pol. Arif menekankan pentingnya memposisikan anak-anak tersebut sebagai korban agar tidak memunculkan stigma negatif yang justru memperparah kondisi psikologis mereka. Karena itu, pihaknya menggalakkan Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme (RAN PE) melalui pembentukan kebijakan daerah.

“Intervensi yang niatnya baik dengan sangat berbeda dasar, jangan sampai justru menjadi stigma atau luka yang lebih dalam lagi. Oleh karena itu, kita menggalakkan Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme (RAN PE) dan melembagakan kebijakan daerah melalui Raperda pencegahan di tingkat kabupaten/kota,” tambahnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansarullah, S.P., M.M., menyambut positif langkah sinergis tersebut. Pemprov Sumbar berkomitmen penuh mengawal perlindungan generasi muda melalui koordinasi lintas instansi yang melibatkan sembilan kabupaten/kota serta dukungan tenaga ahli psikologi forensik.

Pertemuan penting ini turut dihadiri oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansarullah, Irjen Pol. Arif Makhfudiarto, Kasatgaswil Densus 88/AT Sumbar Kombes Pol. Jim Brilliant Birnes, S.I.K., Direktur Yayasan Prasasti Perdamaian Khariroh Maknunah, Kaban Kesbangpol Sumbar Mursalim, A.P., M.Si., serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumbar.

Melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat, aparat penegak hukum, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah daerah, langkah ini diharapkan mampu melindungi generasi muda Sumatera Barat dari ancaman ekstremisme kekerasan.(*)

Eksplorasi konten lain dari TRIBRATANEWS SUMBAR

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca