Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Arosuka Solok, Pastikan Optimalisasi Pencarian Korban dan Pembersihan Material

TBNews Sumbar — Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., turun langsung meninjau lokasi terdampak bencana alam banjir bandang (galodo) dan tanah longsor di kawasan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Selasa (22/9/2026).

Dalam peninjauan langsung ke titik nol bencana tersebut, Kapolda Sumbar didampingi oleh Karo Ops Polda Sumbar Kombes Pol Dessy Ismail, Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, Dirsamapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas, serta Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini. Kedatangan pimpinan tertinggi Polda Sumbar ini untuk memastikan penanganan darurat, proses pencarian korban hilang, serta pembersihan material longsor berjalan secara maksimal dan terkoordinasi dengan baik.

Berdasarkan data sementara di lapangan, bencana ini berdampak pada sejumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Tiga orang warga tercatat mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di RSUD Arosuka, satu orang mengalami luka berat atas nama Muhammad Nur Zen (56) yang telah dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) Kota Padang, serta dua orang warga lainnya—masing-masing atas nama Dafi Arahman (21) dan Agusra (59)—dilaporkan masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan perkantoran yang mencakup 2 unit kantor rusak berat akibat tertimbun lumpur setinggi 20 hingga 30 sentimeter (Dinas PUPR dan DPMN) serta 8 unit kantor lainnya mengalami rusak ringan (termasuk DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat, Dinas Pariwisata, Pertanian, Kesehatan, dan BKPSDM).

Peristiwa ini turut berdampak pada 5 unit kendaraan dinas milik instansi pertanian dan kesehatan serta 2 unit mobil milik masyarakat. Dari sisi infrastruktur dan permukiman, tercatat sekitar 100 unit rumah warga terdampak, 1 unit jembatan penghubung utama tertimbun material, dan Masjid Kayu Aro turut tertimbun longsor, dengan sekitar 50 jiwa pengungsi yang telah dievakuasi ke tiga titik posko, yaitu Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan bahwa jajaran kepolisian bersama instansi terkait akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk mempercepat pemulihan dan pencarian korban yang belum ditemukan.

“Mudah-mudahan dengan dukungan dari segenap masyarakat, kita bisa melakukan upaya pembersihan jalur utama, khususnya di jalur Padang dan Solok,” ujar Kapolda Sumbar.

Untuk mengoptimalkan proses pembersihan material longsor, pihaknya telah mengerahkan kekuatan personel gabungan dalam skala besar.

“Dalam optimalisasi proses pembersihan ini, kami menurunkan sekitar 300 personel dari Satuan Brimob, 3 SSK, kemudian satu satuan dari Direktorat Samapta, serta personel dari Polres Kabupaten Solok,” tambahnya.

Selain pembersihan infrastruktur jalan, Kapolda menegaskan bahwa fokus utama penanganan darurat saat ini adalah misi kemanusiaan, yakni pencarian korban serta pendataan kerusakan rumah warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Yang paling utama nanti kita lakukan adalah pencarian korban dan pendataan kerusakan rumah warga yang ada di sekitar TKP ini. Nanti kita akan dibantu oleh BPBD, mudah-mudahan kita bisa mendata secara lengkap jumlah korban dan upaya-upaya evakuasi,” jelasnya.

Guna mendukung penanganan pascabencana yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu, kepolisian bersama instansi terkait juga akan mendirikan posko terpadu dan dapur umum di lokasi terdampak.

“Karena kita akan mendirikan posko-posko untuk penanganan lanjutan yang saya kira ini memerlukan waktu kurang lebih satu minggu. Nanti kita juga akan mendirikan dapur umum dan posko dari jajaran kepolisian pada khususnya,” pungkas Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa pihak kepolisian juga telah mendirikan Pos DVI Ante Mortem di RSUD Arosuka guna mempermudah proses identifikasi serta pendataan bagi keluarga korban.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar jalur perbukitan dan bantaran sungai di wilayah Sumatera Barat, untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi. Kepolisian bersama unsur terkait akan terus siaga mendampingi masyarakat hingga situasi benar-benar aman dan kondusif,” pungkas Kombes Pol Susmelawati Rosya.(*)

Eksplorasi konten lain dari TRIBRATANEWS SUMBAR

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca