
TBNews Sumbar – Suasana pemulihan pascabanjir bandang di Kayu Aro, Kabupaten Solok, turut menjadi perhatian Polda Sumbar. Tidak hanya membantu kebutuhan pengungsi, personel Biro SDM Polda Sumbar turun memberikan penguatan psikologis agar warga terdampak dapat kembali membangun semangat setelah menghadapi musibah.
Pendampingan melalui kegiatan trauma healing tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, Kamis (24/9/2026), mulai sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan dipimpin Kompol Sosmedya, S.H., M.H., bersama Penda TK I Andi Benbela, Penda TK I Yulifitri, S.Psi., dan Bripda M. Ryan Prawitama.
Dalam kegiatan itu, para pengungsi diajak mengikuti pendampingan secara psikologis melalui pemberian motivasi dan penguatan. Tim juga membangun komunikasi dengan warga untuk membantu mereka menghadapi situasi sulit setelah kehilangan rasa nyaman akibat bencana.
Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol. Anissullah M. Ridha mengatakan, pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika kebutuhan darurat mulai terpenuhi. Kondisi emosional masyarakat juga perlu diperhatikan agar warga memiliki kekuatan untuk melewati masa setelah bencana.
“Setiap orang memiliki pengalaman dan respons yang berbeda ketika menghadapi bencana. Karena itu, kami hadir untuk memberikan dukungan dan penguatan sesuai kondisi yang mereka hadapi. Harapannya, warga dapat kembali merasa lebih tenang dan memiliki keyakinan untuk menata kehidupannya setelah musibah,” ujarnya.
Selain trauma healing, Biro SDM Polda Sumbar juga memberikan sarana kontak berupa selimut dan handuk kepada para pengungsi. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian personel terhadap warga yang masih bertahan di tempat pengungsian.
Menurut Kombes Pol. Anissullah, pendampingan akan terus diarahkan pada kebutuhan masyarakat terdampak, terutama mereka yang masih memerlukan dukungan selama berada di pengungsian.
“Dalam kondisi seperti ini, kehadiran kita di tengah masyarakat sangat berarti. Kami ingin warga mengetahui bahwa mereka mendapat perhatian dan dukungan. Bukan hanya membantu secara langsung, tetapi juga memberikan ruang agar mereka bisa menyampaikan apa yang dirasakan dan mendapatkan penguatan,” katanya.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., mengatakan kehadiran personel di lokasi pengungsian merupakan bagian dari upaya Polri mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan berjalan.
“Penanganan bencana tidak selesai pada saat kondisi darurat terlewati. Masyarakat masih membutuhkan pendampingan untuk kembali menata kehidupan. Karena itu, Polri terus berupaya hadir memberikan dukungan, baik melalui bantuan maupun penguatan psikologis kepada warga yang terdampak,” ujarnya.
Kegiatan trauma healing tersebut diharapkan dapat membantu menguatkan kondisi psikologis para pengungsi sekaligus menumbuhkan kembali rasa percaya diri dan semangat untuk menghadapi masa pemulihan setelah banjir bandang.

Tinggalkan Balasan