
TBNews Sumbar, Solok — Memasuki hari ke-13 penanganan pascabanjir bandang di Kabupaten Solok, personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sumatera Barat terus menunjukkan kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Pada Minggu (4/10/2026), personel Ditsamapta Polda Sumbar melaksanakan kegiatan pembersihan Kantor P2WN, yang terdampak material lumpur akibat banjir bandang.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengerahkan personel secara bersama-sama untuk mengeluarkan lumpur, tanah, bebatuan, serta material sisa banjir yang memenuhi bagian dalam dan sekitar gedung. Personel menggunakan peralatan manual berupa sekop, cangkul dan gerobak dorong, serta memanfaatkan semprotan air bertekanan untuk membersihkan lantai dan bagian bangunan yang dipenuhi lumpur.
Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan bagian-bagian gedung yang masih tertutup endapan lumpur. Personel juga memastikan material lumpur yang telah dikeluarkan tidak kembali menghambat akses maupun aktivitas di sekitar kompleks perkantoran.
Direktur Samapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas mengatakan, kegiatan pembersihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Sumbar dalam mendukung proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok.
“Memasuki hari ke-13, personel Ditsamapta Polda Sumbar tetap hadir untuk membantu membersihkan fasilitas pemerintahan yang terdampak banjir bandang. Kita ingin memastikan fasilitas yang terdampak dapat segera kembali bersih dan bisa digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Andre Anas.
Menurutnya, pembersihan fasilitas umum dan pemerintahan merupakan bagian penting dalam tahapan pemulihan pascabencana. Selain membersihkan material lumpur, kehadiran personel di lapangan juga menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat dan pemerintah daerah yang tengah melakukan percepatan pemulihan.
“Kegiatan ini tidak hanya tentang membersihkan lumpur, tetapi juga bagaimana Polri hadir dan bekerja bersama seluruh unsur dalam mempercepat pemulihan. Personel kami akan terus melaksanakan tugas dengan semangat gotong royong dan mengutamakan keselamatan selama proses pembersihan,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, keterlibatan personel Polda Sumbar dalam penanganan pascabanjir bandang merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat dan pemerintah daerah.
“Polda Sumbar melalui personel di lapangan terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan pascabencana. Pembersihan fasilitas pemerintahan seperti ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi aktivitas pelayanan masyarakat di Kabupaten Solok,” kata Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Ia menambahkan, penanganan pascabencana membutuhkan sinergi dan semangat gotong royong dari seluruh pihak. Polri, lanjutnya, akan terus mendukung langkah-langkah pemulihan dengan mengerahkan personel sesuai kebutuhan di lapangan.
“Semangat yang dibangun adalah kebersamaan. Polri bersama TNI, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat terus bergerak untuk memulihkan wilayah terdampak. Kehadiran personel bukan hanya untuk membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada masyarakat agar bersama-sama bangkit setelah bencana,” ungkapnya.
Kegiatan pembersihan Kantor P2WN tersebut berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Lumpur dan material sisa banjir yang sebelumnya memenuhi ruangan secara bertahap dikeluarkan, sementara bagian lantai dan area bangunan disemprot menggunakan air hingga kondisi menjadi lebih bersih.
Polda Sumbar memastikan dukungan terhadap proses pemulihan pascabanjir bandang di Kabupaten Solok terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, sekaligus mempercepat kembalinya aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat menuju kondisi normal.(*)

Tinggalkan Balasan