
TBNews Sumbar — Padang. Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar sepakat memperkuat mitigasi dan pengawasan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Komitmen bersama ini diwujudkan melalui pemantauan intensif secara berkala di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Kesepakatan strategis tersebut mengemuka saat Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H., mendatangi kediaman dinas Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, di Padang pada Selasa (20/10). Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Kapolda Sumbar didampingi langsung oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, beserta jajaran pejabat utama.
Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kunjungan silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat sinergitas dan soliditas antara Kepolisian dan Pemerintah Daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas Kamtibmas serta penanganan isu-isu strategis seperti karhutla.
“Kunjungan silaturahmi Bapak Kapolda Sumbar ke kediaman Wakil Gubernur ini merupakan wujud nyata penguatan sinergitas antara Polda Sumbar dan Pemprov Sumbar. Dalam pertemuan hangat tersebut, kedua belah pihak memfokuskan pembahasan pada langkah-langkah preventif pencegahan karhutla agar wilayah Sumatera Barat tetap aman, kondusif, dan bebas dari ancaman kabut asap,” ujar Kombes Pol. Susmelawati Rosya.
Sebagai bentuk tindak lanjut teknis di lapangan, jajaran Polres di wilayah hukum Polda Sumbar akan berkoordinasi secara terpadu dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar. Pemantauan dan pengawasan berkala ini direncanakan segera bergulir dengan mengoptimalkan fungsi koordinasi lintas sektor.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menegaskan komitmen tegas pemerintah daerah dan kepolisian untuk tidak memberikan ruang bagi munculnya titik api di Sumbar demi melindungi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Kami telah sepakat dengan Pak Kapolda dan Pak Wakapolda, untuk Sumbar kita tidak mentoleransi karhutla. Sumbar harus nol titik api. Nanti UPTD Kehutanan kita akan turun secara berkala bersama para Kapolres untuk melakukan pemantauan di seluruh wilayah,” tegas Vasko.
Menanggapi hal itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H., menyatakan kesiapannya untuk menginstruksikan seluruh jajaran Kapolres agar bergerak proaktif berkolaborasi dengan UPTD Kehutanan di wilayah masing-masing.
“Sumbar ini harus kita jaga betul. Pemprov dan Polda akan kita sinkronkan untuk memastikan upaya ini berjalan sesuai harapan. Selain itu, kita juga membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat,” tutur Irjen Pol. Jawari.
Selain pengawasan lapangan, Pemprov Sumbar bersama BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memantau indeks kualitas udara secara berkala. Dari sisi penanganan dampak kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar juga telah menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di tingkat kabupaten/kota guna memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.
Melalui sinergi kuat antara Polda Sumbar, Pemprov Sumbar, dan peran aktif masyarakat, diharapkan langkah pencegahan dini ini mampu menekan risiko karhutla serta mewujudkan Sumatera Barat yang bebas asap.

Tinggalkan Balasan