Wakapolres 50 Kota Ajak Guru Bersinergi Lindungi Generasi Muda Dalam Seminar Nasional PGRI 2026

TBNews Sumbar,  50 Kota – Wakapolres 50 Kota Kompol Khairil Medians, S.H., menghadiri Seminar Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut dipimpin Ketua PGRI Kabupaten Lima Puluh Kota Hj. Indrawati, S.Pd., M.M.Pd., dan diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik serta tamu undangan.

Seminar nasional tersebut turut dihadiri Senior Eksekutif Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Ir. H. Ganefri, Ph.D., Bupati Lima Puluh Kota H. Safni, perwakilan Dandim 0306/50 Kota Kapten Inf. Sil Suandi, Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Ulil Azmi, S.H., M.H., Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat Hj. Sri Yulianti, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Habibul Fuadi, S.Pd., M.Si., Ketua PWI Paliko Aspon Dedi, serta sejumlah kepala OPD dan undangan lainnya.

Mengangkat tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres 50 Kota Kompol Khairil Medians, S.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian, ketulusan, serta dedikasi para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam mendidik generasi muda di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, ekonomi, dan infrastruktur, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan.

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus dibekali akhlak yang baik, kedisiplinan, integritas, rasa tanggung jawab, toleransi, serta semangat gotong royong.

Wakapolres 50 kota juga mengajak seluruh guru dan kepala sekolah untuk senantiasa menjadi teladan bagi peserta didik. Selain itu, ia mengingatkan adanya berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti perundungan atau bullying, tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, kekerasan di lingkungan sekolah, serta penyalahgunaan media sosial.

“Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan kesempatan untuk belajar tanpa rasa takut. Apabila terjadi perundungan, kekerasan, maupun intimidasi di lingkungan sekolah, hal tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa, tetapi harus mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakapolres 50 kota menyampaikan bahwa Polres 50 Kota siap bersinergi dengan pihak sekolah dan tenaga pendidik dalam memberikan edukasi mengenai hukum, tertib berlalu lintas, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, Senior Eksekutif UNP Prof. Ir. H. Ganefri, Ph.D., dalam pemaparannya mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.

Ketua PGRI Kabupaten Lima Puluh Kota Hj. Indrawati menyampaikan bahwa seminar nasional tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Ia juga menegaskan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi turut berperan penting dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi penerus bangsa.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan materi mengenai pentingnya kemitraan antara guru dan insan pers, peningkatan mutu pendidikan, pemanfaatan teknologi secara bijaksana, serta perlindungan hukum bagi tenaga pendidik dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan tari pasambahan, sambutan para tamu undangan, launching buku antologi puisi Suara Alam dan Lembar Rasa, serta pemaparan materi oleh para narasumber.

Kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan sekaligus wujud komitmen Polri Presisi untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan kolaboratif.