Kedepankan Pendekatan Himanis, Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Berhasil Mediasi Warga Yang Bertikai

TBNews Sumbar – Mengedepankan pendekatan humanis dan mengutamakan penyelesaian persoalan secara kekeluargaan, personel Bhabinkamtibmas Polsek Luhak AIPTU Adi Suseto, S.H., berhasil memediasi perselisihan dua warga binaannya hingga berakhir damai, Selasa (03/11).

Mediasi yang berlangsung di Mapolsek Luhak tersebut dilakukan menyikapi perselisihan antara kedua belah pihak yang dipicu dugaan tindakan pencemaran nama baik oleh salah satu pihak terhadap pihak lainnya.

Dalam proses mediasi, AIPTU Adi Suseto mengambil peran sebagai penengah dengan memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak untuk menyampaikan keterangan, pandangan, serta keberatan mereka secara terbuka. Langkah ini dilakukan agar persoalan dapat dipahami secara utuh tanpa mengedepankan emosi maupun prasangka.

Tidak hanya mendengarkan keterangan kedua belah pihak, Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah binaan Kenagarian Sei Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota tersebut juga memberikan pemahaman dan imbauan agar masing-masing pihak dapat menahan diri, menghindari perkataan maupun tindakan yang berpotensi memperkeruh suasana, serta mengutamakan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan.

Melalui dialog dan pendekatan persuasif yang dilakukan, upaya mediasi tersebut akhirnya membuahkan hasil positif. Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri perselisihan secara kekeluargaan dan menyatakan kesediaannya untuk berdamai dengan menandatangani surat perdamaian sebagai bentuk kesepakatan bersama.

Kasat Binmas Polres Payakumbuh AKP Adityalidarman, S.H., mengatakan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi serta problem solver ketika muncul persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, Bhabinkamtibmas harus mampu membangun kedekatan dengan warga binaan, mengetahui perkembangan situasi di lingkungannya, serta hadir memberikan solusi melalui langkah-langkah persuasif sebelum suatu permasalahan berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

“Setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya disikapi dengan kepala dingin dan mengedepankan komunikasi. Bhabinkamtibmas harus hadir sebagai penengah, mendengarkan semua pihak secara berimbang, memberikan pemahaman, serta mengupayakan penyelesaian yang baik tanpa memperkeruh keadaan,” ungkap AKP Adityalidarman.

Ia menambahkan, keberhasilan mediasi tersebut menjadi salah satu wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan yang responsif dan humanis. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, potensi konflik dapat dicegah sejak dini sehingga hubungan baik dan keharmonisan antarwarga tetap terjaga.

“Polri ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki tempat untuk menyampaikan persoalan dan mendapatkan pendampingan. Menjaga kamtibmas bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga bagaimana kita hadir mencegah konflik, menciptakan solusi, dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” pungkasnya.